“Ol… we must come!” Kata Angel kira-kira dua minggu yang lalu, sambil menunjuk ke layar monitornya yang 20 inchi.
Saya liat di situ ternyata ada blognya Virtual, Internet Marketing Indonesia, dan disitu ada undangan dari Pak Nukman untuk “Buka Puasa Bersama Dotcomers dan e-Marketers tgl 11 Oct 2006″. Saya sih excited banget. Langsung aja si Angel mendaftarkan diri.
So, tadi sore jam setengah empat, kita (Saya, Angel dan Mbak Eri) jalan menuju tempat acara di Gedung Cyber. Sampe sana, begitu mau naik lift kita papasan sama Anggun yang beranjak keluar. Wah kaget dong, emangnya acara udah selesai? Ternyata malah belum ada yang dateng jadi si Anggun garing sendirian. Karena ada kita, Anggun balik lagi deh ke atas.
Lah, Anggun sendiri itu siapa? Beliau adalah salah satu temen di kantor saya yang bergerak di bidang IT Solution. Dan hanya Tuhan yang tahu mengenai 4 serpihan cerita Anggun mengenai banyak ‘kebetulan’ yang mungkin bukan kebetulan yang membuatnya datang juga untuk berbuka puasa di acara yang sama dengan kita.


Anyway, setelah duduk di karpet dan cerita-cerita, makin banyak tamu yang berdatangan. Memperkenalkan diri sebagai pemilik berbagai macam bisnis online seperti http://www.jagoanhosting.com/, http://www.tokohelm.com/, http://www.bulutangkis.com, http://www.waralaba.com/, dll. Hiya… langsung deh gue tuker-tukeran kartu nama, biar gak lost track, sekalian sapa tau bisa berkolaborasi dengan kutukutubuku.com… seperti usul Anggun… promo beli buku dapet helm maybe hahahaha
Setelah terkumpul agak banyak orang, acara pun dimulai dengan sangat ngaret. Kita semua saling memperkenalkan diri. Pada saat seorang pria di seberang saya memperkenalkan diri, saya langsung tertegun. OH… MY… GOD. Saya langsung menyikut Angel.
“WHAT?” Bisik Angel.
“OMG, you won’t believe it! It’s a blast from the past!”
Jadi nih ya, sebelum saya cerita lebih lanjut, lebih baik saya ceritakan dahulu bahwa dua tahun yang lalu, saat saya masih bingung harus berbuat apa dengan hidup ini karena baru lulus kuliah dan nganggur selama 3 minggu, saya mendapat panggilan di sebuah bank syariah di kawasan Kuningan. Saya ingat, saya melamar sebagai customer service di situ.
Dengan suka cita saya berangkat dan janjian ketemu dengan seseorang yang in charge untuk interview saya.
Ketika akhirnya kita sudah duduk berhadapan dalam satu ruangan, Bapak itu mulai bicara.
“Kamu nggak salah ngelamar jadi Customer Service?”
Saya kaget juga pembukaannya blak-blakan gitu hauehueh.
“Emang kenapa, pak?”
Bapak itu membalik-balik CV saya.
“Kualifikasi kamu ini kualifikasi programmer. Saya lagi perlu orang di posisi ini. Kamu kira-kira bersedia saya wawancarai seputar hal ini hari ini?”
Saya mulai berkeringat dingin. I hate programming meskipun seharusnya saya sekolah untuk jadi programmer.
“Boleh deh, Pak.”
Kemudian dia mulai bertanya macam-macam hal yang berbau konsep dasar dan semuanya saya nggak mengerti. :shy:
Trus ngeliat saya yang clueless gitu akhirnya beliau memberikan kuliah selama satu jam mengenai hal-hal yang tadi dia tanyakan. Selama ‘kuliah’ nya itu, rasanya saya merasa kuliah 4 tahun itu sia-sia saja, mendingan mendengarkan wejangan bapak ini karena sangat jelas dan mudah dimengerti.
Terakhir juga beliau berpesan agar saya harus selalu optimis dan percaya diri.
Akhirnya, saya keluar ruangan dengan pengetahuan lebih dan semangat untuk berkarya. Amazing deh, meskipun saya terlihat sangat bodoh di depannya, tapi saya tidak ‘dibodoh-bodohi’ tapi malah diberikan semangat sehingga membuat saya termotivasi untuk maju.
Fact, dua minggu kemudian saya diterima bekerja sebagai web developer di perusahaan tempat saya bekerja sekarang.
Kembali ke masa kini. Ya, benar tebakan Anda, dua tahun setelah pertemuan pertama dengannya, setelah jam terbang di bidang web developing bertambah, setelah dua buku novel saya keluar, setelah toko buku online saya cukup membanggakan, saya ketemu lagi dengan Bapak ini. Pak Ivan namanya. Tidak banyak berubah. Masih imut. (halah).
Saya beranikan diri untuk menyapa. Tentu dia sudah lupa saya. Tapi saya cuek aja, yang penting percaya diri haha. Kita ended up ngobrol banyak, tentang konsep toko buku online yang dia inginkan. We definitely will talking about that more later, right, sir?
Saya lupa bilang “Terimakasih” sama Pak Ivan. Tanpa dia sadari, apa yang dia lakukan saat itu benar-benar telah merubah seseorang. It means a lot to me and I’m still shaking when I finished talking to him. Saya kemudian berdiri di sebelah Angel.
“Cha… I’m shaking…”
“You should eat, Ol, Buka puasa…”
“This is not hungry shaking, Cha. It’s excited shaking!”
“Ol… phulease deh…”
Haha anyway… lanjut ya… kok kebanyakan nostalgia gak jelasnya sih. Okay, bahasan utamanya malah di sini. Setelah perkenalan, Pak Nukman selaku tuan rumah penyelenggara buka puasa, memulai presentasinya tentang brand building di internet.

Prosesnya antara lain
I. ATTRACT
Bagaimana caranya menarik customer?
Old method itu pake Banner, email ke customer dan sesuatu semacam itu. Namun sekarang mulai digunakan New methods seperti Viral Marketing (membangun website menarik yang dapat ‘menginfeksi’ banyak orang), Mailing list marketing, personal endorsement (menampilkan profil suatu tokoh), terakhir adalah Virtual Vending Machine yang virtual.
Di pertemuan ini banyak dibahas tentang Vending Machine ini yang konsepnya kayak kulkas berisi coca cola yang dapat ditempatkan di warung manapun, tapi bedanya, ini dalam bentuk online vending machine.
Saya kok malah lupa alamat webnya ya. Jadi gak tau visualnya gimana.
II. ENGAGE
Bagaimana menjadikan Customer loyal pada Anda?
Kunci agar customer loyal kepada kita adalah
a. Layanan mudah dipakai
b. Respon terhadap feedback customer sebaiknya cepat
c. Familiarity
d. Relevant & Accurate info
III. RETAIN
Disini perlu diperhatikan bagaimana
a. Maintain customer yang sudah ada
b. Content harus selalu update agar customer punya alasan untuk mengunjungi web kita
c. Pembentukan komunitas
IV. LEARN
Perhatikan statistik dan pelajari kebiasaan customer kita
V. RELATE
Data-data statistik yang telah dipelajari, dijadikan bahan untuk melakukan inovasi-inovasi. Ngobrol-ngobrol dari Pak Nukman selesai sudah, kita berbuka puasa, ngobrol dengan beberapa rekan (seru!), dan akhirnya saatnya untuk berpisah.
Saya sangat menghargai dan berterimakasih atas diadakannya acara yang bagus ini. Katanya mau dibikin rutin ya, Pak? Saya mendukung deh. Banyak yang kita belum bahas soalnya.