Menjalani hidup sambil berangan-angan saja itu ternyata kalah dengan Indahnya hidup sambil menjalani mimpi. Contohnya ya yang terjadi pada saya ini.
Kalau saya runut-runut, sebenarnya ‘bakat dagang’ saya dimulai saat saya berniat menjual isi Parcel Lebaran yang diterima ayah saya kepada teman-teman sekelas di SD hehe. Kemudian yang saya ingat, bakat dagang saya terasah waktu saya join dengan sebuah MLM Company semasa awal-awal kuliah. Ringan saja waktu itu, dagang kosmetik, cari downline, gak terasa saya dapat banyak member waktu itu (ratusan orang di bawah saya). Lumayan bisa mengembangkan network. Jadi tau juga caranya bernegosiasi dan persuasi meskipun dalam taraf pas-pasan banget. Mungkin saya akan ikut MLM lain untuk experience lebih dalam tentang cara mereka yang bagus banget untuk mempengaruhi orang hehe. Pokoknya dari MLM ini saya belajar untuk lebih memperhatikan orang dan sekeliling. Belajar dasar-dasar berbisnis.
Anyway, turns out, saya nggak terlalu bisa maintain network saya dan mulai merasa gak cocok dengan MLM. Then I quit. Tapi sejak itu, saya sering jualan macem-macem. Apa saja. Saya agak lupa sih, tapi kata Tania (my best friend in college) dulu saya sempet dagang Mutiara, Frame Foto, and many more hehe.
Ketika akhirnya saya lulus kuliah di tahun 2004, saya bekerja dan menjadi karyawan full time di sebuah perusahaan IT. Sesuai jurusan dan keinginan, saya bekerja sebagai Web Developer. Alhamdulillah banget, karena gak semua orang bisa bekerja di bidang yang dikuasai dan disukai sekaligus. Saya menikmati bekerja sebagai karyawan selama 1,5 tahun sebelum akhirnya saya dan Angel mendirikan kutukutubuku.com dan tidak lagi menikmati waktu-waktu bekerja saya. Kenapa? Karena saya dan Angel hanya bisa meluangkan waktu untuk memikirkan toko buku yang kami cintai ini di waktu malam, saat kami sudah emotionally dan physically drained. Capek kerja membuat semuanya tidak maksimal. Konsep kerja kutukutubuku.com, kendala di lapangan, dll nggak bisa dipikirkan dengan jernih dan matang. Akibatnya tentu saja toko buku kami seperti ‘macet’ di tengah jalan.
Keputusan untuk resign dari kantor sebenarnya sudah dipikirkan sejak lama, tapi untuk eksekusi kami selalu merasa belum mampu. Sampai pada akhirnya Saya, Angel dan Kitin pergi makan dengan seorang Bapak Nyleneh Indonesia, salah satu panutan di bidang online marketing. Setelah kami curhat macam-macam dan siap mendengarkan nasihatnya, jawabannya cuma satu.
“Kamu fokus dulu di kutukutubuku.com, baru saya mau lanjutkan pembicaraan ini. Jadi kapan kamu resign?”
Kami tersentak mendengarnya. Tapi ini… tapi itu… tapi… tapi… tapiiii…
“Ndeso.”
Tapi… tapi… tapi…
“Nggak ada tapi-tapi… ini ada jalan… gampang kok! Saya kasih lihat nih jalannya!”
Oooo… ya bener juga ya…
Saya dan Angel sepakat untuk membuat keputusan esok hari. Saya bahkan tidak berpikir panjang. Sudah saya putuskan. Saya resign secepatnya. Angel pun juga begitu. Bagaimana pendapat orang tua saya? Secara saya masih tinggal di rumah mereka, dan kedua orang tua adalah PNS yang makan dari gaji tok tanpa embel-embel bisnis di belakangnya. Apakah mereka akan mengerti dengan keputusan anaknya untuk meninggalkan pekerjaan tetap dan terjun ke suatu lembah yang masih ‘gelap’?
Ternyata mereka tidak masalah. Saya dan Angel menghadap orang tua di suatu malam, ngobrol panjang lebar, dan mereka cukup supportive. Berarti tidak ada halangan. Kami positive resign. Kami ingin menjalani mimpi. Kami ingin menggapai mimpi yang lebih besar lagi.
Kami resign satu hari sebelum kami berangkat trip keliling KL, Phuket, Bangkok dan Singapore. Kami anggap saatnya tepat untuk berlibur sebelum memulai sesuatu yang besar. We reward ourselves untuk keputusan ini.
Saat ini saya sudah menjalani hari-hari saya sebagai so-called entrepreneur, dan begitu senangnya saya sampai saya heran kenapa saya tidak melakukannya dari dulu. Dulu sebagai karyawan saya bekerja dengan dongkol. Nggak tau kenapa saya merasa kesal jika harus melakukan hal-hal rutinitas nggak penting dan nggak pake otak, sementara di pikiran saya berputar-putar berbagai macam hal yang menunggu untuk digunakan.
Sekarang semua yang saya lakukan melibatkan pikiran kreatif dan passion saya. Ini mimpi saya. Dan saya begitu ‘lepas’ dan happy melakukannya. Efek samping dari ini adalah fleksibilitas waktu yang luar biasa… saya bisa berangkat kantor selepas jam macet… bersantai menikmati sarapan, membaca koran dan nonton berita pagi… ini priceless!
Banyak yang tanya rencana kutukutubuku.com ke depannya itu apa. Well, kami sedang berusaha mewujudkan visi untuk menjadi toko buku nomer 1 di Indonesia. Caranya gimana? Pokoknya sedikit demi sedikit akan kami tunjukkan cara kami kesana. Anda hanya cukup menikmati hasilnya saja
Kalau ada yang berminat nyemplung juga di online world tapi nggak tau harus mulai dari mana atau pengen bikin bisnis penyewaan buku tapi bingung ngumpulin bukunya (and any of your problems including tentang jodoh), contact me di auliah5 at gmail.com! Coz I’ll do just everything for you! ^^ (Ini namanya jurus samber jagat hahaha)